Produk Orisinil Versus Abal-Abal

Friday, September 13, 2013

Sama seperti bisnis offline, baik produk orisinil maupun produk palsu sama-sama beredar luas di pasar bisnis online. Meskipun rentan terkena sanksi hukum, para seller produk imitasi tidak mengenal rasa takut. Mereka tetap mempertahankan toko online-nya. Bahkan, tidak sedikit seller yang membuka cabang-cabang toko offline di berbagai pusat perbelanjaan. Lantas, apakah ini berarti menjual produk imitasi di toko online adalah sesuatu yang wajar? Apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum seller memutuskan untuk menjual produk imitasi?

Peredaran produk imitasi di bisnis online bisa dikatakan merupakan bentuk hubungan sebab-akibat antara permintaan buyer dan penawaran seller. Seller produk imitasi tidak mungkin menjamur seandainya tidak ada permintaan atau minat yang besar dari buyer. Permintaan terhadap barang imitasi yang tinggi menyebabkan seller tidak segan mengembangkan toko online-nya, meskipun artinya ia harus berdagang secara ilegal.

Menentukan tipe produk imitasi atau produk orisinil untuk dijual dalam toko online adalah langkah awal yang perlu dipikirkan baik-baik, sebelum seorang seller merintis bisnis. Seller perlu paham bahwa produk orisinil dan produk imitasi sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

PRODUK IMITASI

Seller yang berbisnis produk imitasi setidaknya mendapatkan tiga keuntungan.

Harganya murah. Tidak dapat dipungkiri, semua jenis produk berharga murah selalu memiliki permintaan yang besar di pasar Indonesia. Hal ini wajar, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kondisi pasar semacam ini memang tepat untuk ‘disuguhi’ produk imitasi dengan harga murah. Permintaan terhadap produk imitasi inipun tinggi. Artinya, seller menjual produk yang diminati oleh orang banyak.

Gampang didapatkan. Mencari pemasok barang imitasi adalah sesuatu yang gampang. Karena berharga murah, banyak seller lain dan pemasok yang juga berjualan produk imitasi.

Pangsa pasar luas. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia berekonomi menengah ke bawah, artinya produk yang mereka pilih untuk dibeli adalah produk imitasi. Banyaknya orang yang memilih produk imitasi memperluas pangsa pasar seller.

Di sisi lain, menjual produk imitasi juga memiliki beberapa kerugian.

Banyak kompetitor. Karena pemasok mudah dicari, artinya banyak seller lain yang juga menjual produk imitasi. Ini membuat jumlah kompetitor produk imitasi yang dimiliki seorang seller menjadi banyak.

Kualitas produk buruk. Karena merupakan barang tiruan, kualitas produk imitasi tidak sebaik bahkan jauh di bawah kualitas produk orisinil.

Banyak keluhan pelanggan. Seller yang berjualan produk imitasi akan mendapatkan banyak keluhan dari buyer. Kualitas produk yang buruk membuat produk imitasi tidak dapat bertahan lama. Produk akan rusak hanya dalam hitungan bulan, bahkan minggu. Buyer pun akan sering mengeluh, protes, bahkan tak jarang mencap seller sebagai penjual yang berdagang produk yang tidak bagus.

Bermain hide-and-seek dengan aparat. Aparat melakukan razia barang imitasi di pusat perbelanjaan secara berkala. Akibatnya, seller harus “kucing-kucingan” dengan aparat agar tidak tertangkap dan produk imitasi yang dijualnya tidak disita.

PRODUK ORISINIL

Di kutub yang berseberangan dengan seller produk imitasi, muncul orang-orang yang lebih memilih produk orisinil untuk dijual. Seller produk orisinil merasakan beberapa keuntungan berikut.

Kompetitor sedikit. Karena sebagian besar seller menjual produk imitasi, artinya sebagian kecilnya menjual produk orisinil. Dengan kata lain, seller produk orisinil tidak sebanyak seller produk imitasi. Dampaknya, jumlah kompetitor produk sejenis pun sedikit.

Produk berkualitas baik. Karena diproduksi oleh pabrik yang legal, produk orisinil berkualitas bagus dan berada jauh di atas kualitas produk imitasi.

Sedikit keluhan. Karena menjual produk berkualitas baik, seller produk orisinil tidak perlu repot menghadapi protes buyer yang mengeluhkan kualitas produk orisinil yang dibelinya.

Pangsa pasar jelas. Seller yang menjual produk orisinil memiliki jumlah pembeli yang cenderung sedikit, namun merupakan loyal buyers. Kalangan loyal buyers ini akan kembali ke toko yang sama seandainya suatu hari nanti ia membutuhkan produk orisinil. Mereka yang membeli produk orisinil berharga mahal dapat dipastikan berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Karakteristik buyer yang spesifik ini membuat pangsa pasar yang dimiliki seller produk orisinil menjadi jelas.

Berdagang dengan tenang. Karena menjual produk yang memiliki lisensi, seller tidak perlu takut saat aparat melakukan razia barang tiruan di pusat perbelanjaan.

Tidak “berdosa”. Seller produk orisinil berjualan secara sah dan tidak melanggar kaidah hukum. Berjualan secara legal seperti ini membuat seller tidak perlu merasa berdosa atau menentang hati nurani saat berdagang.

Tak bisa dipungkiri, di sisi lain seller produk orisinil juga merasakan beberapa kerugian, apalagi saat ia memasarkan produknya di pasar Indonesia.

Harga mahal. Mayoritas masyarakat Indonesia menyukai produk berharga murah. Harga barang orisinil yang mahal tentunya akan membuat masyarakat Indonesia berpikir dua kali sebelum melakukan pembelian.

Sulit mencari pemasok. Distributor dan pemasok produk orisinil tidak sebanyak distributor produk imitasi. Artinya, seller produk orisinil agak sulit mencari pemasok yang jumlahnya sedikit tersebut.

Pangsa pasar sempit. Produk orisinil berharga mahal hanya mampu dibeli oleh kalangan-kalangan atas yang merupakan kaum minoritas dalam masyarakat Indonesia. Sedikitnya kalangan ekonomi menengah ke atas yang mampu membeli produk orisinil mempersempit pangsa pasar seller.

Idealnya, semua seller harus menjual produk orisinil. Namun, tak dapat disangkal bahwa kondisi perekonomian negara berkembang seperti Indonesia memaksa para pedagang untuk berjualan produk dengan harga yang rendah agar laku. Apakah menjual produk orisinil atau produk imitasi, seller perlu mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum memutuskan.

Modal awal. Seberapa banyak modal awal yang dimiliki? Jika memiliki modal dalam jumlah minim, menjual produk imitasi bisa menjadi pilihan. Jika modal awal cukup atau bahkan berlebih, seller tak perlu ragu untuk berdagang produk orisinil.

Kondisi lingkungan sekitar. Pertimbangan kondisi tempat seller akan membuka bisnisnya; apakah seller berada di lingkungan yang mayoritas berasal dari kalangan menengah ke atas, atau sebaliknya. Jika berada di antara kalangan berekonomi kuat, seller bisa menjual produk orisinil.

Prinsip “semakin jujur, semakin baik”. Hal terpenting yang perlu dipertimbangkan seller adalah faktor kejujuran dalam berdagang. Seperti apapun keadaan ekonomi masyarakat Indonesia, ada baiknya seller berjualan secara jujur. Berdagang secara sah dan sesuai hukum akan memberikan ketenangan psikologis bagi seller. Selain tidak menentang hati nurani, bisnis seller yang dijalankan dengan legal konon akan mendapat berkah yang lebih banyak.

Sumber: netpreneur.co.id

You Might Also Like

0 comments

About me

Like us on Facebook